Hitung Domba tidak Efektif Bikin cepat Tidur

INGGRIS (Berita SuaraMedia) – Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun.

Apakah Anda sering merasa susah tidur di malam hari? Mungkin itu karena Anda mengidap insomnia. Kalau sudah begitu, sangat disarankan untuk menghindari obat tidur karena dapat menyebabkan ketergantungan.

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut.

Saat kantuk tak kunjung datang, padahal tubuh sudah terasa lelah, ada cara klasik yang sering dilakukan agar Anda cepat tertidur. Yaitu, menghitung domba dengan membayangkannya.

Meskipun cara ini banyak dilakukan, tetapi menurut penelitian tim dari Oxford University, cara tersebut tidak efektif. Bahkan bisa membuat seorang yang mengidap insomnia lebih sulit tidur.

Peneliti melakukan penelitian pada 41 pasien insomnia. Para pasien diminta melakukan satu dari tiga hal sebelum tidur, yaitu menghitung domba, membayangkan sebuah tempat yang damai, atau lepas dari kebiasaan sebelum tidur.

Hasilnya adalah ketika pasien membayang tempat yang damai, mereka rata-rata tidur dua puluh menit lebih awal dari pada setiap malam selama penelitian. Lalu, ketika mereka menghitung domba, butuh lebih lama untuk tertidur.

Penelitian lain di Oxford pada 2003, juga menemukan bahwa penderita insomnia cenderung sering berpikir gambar tidak menyenangkan, dibandingkan orang yang tidak memiliki masalah tidur kronis.

Hal itu mungkin alasan mengapa mereka mengalami kesulitan tidur. Jika hasilnya dibandingkan, justru menghitung domba bisa membuat seseorang makin sulit tidur.

Masalah susah tidur atau insomnia tidak hanya dialami oleh satu atau dua orang. Jika Anda salah satunya, jangan menyerah dan langsung menjatuhkah pilihan pada obat tidur. Anda bisa mengatasi masalah sulit tidur ini dengan mengubah kebiasaan tidur yang buruk dan menjernihkan pikiran melalui meditasi. Dengan menerapkan 2 cara pengobatan tradisional ini, Anda bisa membebaskan diri dari obat tidur yang pada dasarnya juga tidak bisa mengatasi masalah Anda hingga ke akarnya.

Berdasarkan hasil 2 studi baru, cognitive behavioral therapy  untuk mengubah sikap dan tingkah seseorang mengenai tidur dan menggunakan meditasi untuk menciptakan relaksasi bisa membantu para penderita insomnia mendapatkan tidur malam yang lebih baik tanpa perlu menggunakan obat. Berlawanan dengan keyakinan umum, terang peneliti, insomnia tidak hanya menyerang di waktu malam tetapi berlaku 24 jam. Karena itu, dengan mengajarkan cara relaksasi dan menjernihkan pikiran di siang hari, mereka diharapkan bisa tidur lebih nyenyak di malam hari.

“Hasil studi menunjukkan kalau mengajarkan teknik relaksasi sepanjang hari bisa memperbaiki kualitas tidur di malam hari,” ujar Ramadevi Gourineni, direktur program insomnia dari Northwestern Memorial Hospital, seperti diberitakan oleh situs webmd.

Atasi insomnia dengan meditasi

Studi yang dilakukan Gouverni mencari tahu manfaat meditasi sebagai pengobatan insomnia pada 11 pasien insomnia. Partisipan ini dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok dilatih melakukan yoga kriya, dimana meditasi digunakan untuk memfokuskan perhatian internal. Dan sisanya menerima pendidikan kesehatan umum saja.

Hasil studi 2 bulan kemudian menunjukkan, kelompok yang melakukan meditasi mengalami perbaikan baik kuantitas maupun kualitas tidur. Hal ini didasarkan pada diari yang mereka buat. Mereka juga mengaku membutuhkan waktu lebih sedikit untuk bisa tertidur, dan mengalami lebih sedikit gejala-gejala depresi. Dari hasil ini, para peneliti menyimpulkan, meditasi merupakan pengobatan alternatif yang cukup efektif mengatasi masalah insomnia.

Jinakkan insomnia dengan Cognitive-Behavioral Therapy

Studi kedua melihat efek program Cognitive-Behavioral Therapy (CBT-I) yang didisain untuk mengobati insomnia pada 115 pasien insomnia. Program ini meliputi evaluasi kebiasaan pasien, tingkah laku, dan pengetahuan pasien mengenai tidur. Selama sesi tersebut, pasien belajar cara membuat jadwal tidur, menciptakan lingkungan yang nyaman untuk tidur, mengurangi stimulus yang bisa mengganggu tidur, melakukan pelatihan relaksasi, serta latihan mengendalikan pikiran.

“CBT-I mengajarkan strategi-strategi untuk “menata ulang” sistem tubuh yang berfungsi mengatur tidur,” terang Ryan Wetzler, PsyD, dari Sleep Medicine Specialists di Louisville, salah seorang peneliti.”Karena sistem ini juga berperan penting dalam mengatur mood, rasa sakit, serta proses tubuh lainnya, maka keahlian yang dipelajari melalui CBT-I juga bermanfaat positif pada mood, kecemasan, rasa sakit, serta kondisi psikologis lainnya.”

Hasil studi ini menunjukkan bahwa 50-60% pasien yang biasanya mengalami gejala seperti kesulitan jatuh tertidur, tetap terjaga, atau kedua-duanya, mengaku mengalami perbaikan. Mereka yang melengkapi 5 kali atau lebih terapi juga mengalami perbaikan dalam ukuran-ukuran yang menunjukkan kualitas tidur lainnya serta membutuhkan lebih sedikit obat-obatan untuk mengatasi insomnia mereka.

Berikut ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar keadaan Anda tak jadi lebih buruk..

Jika Anda tidak bisa segera terlelap setelah berada di tempat tidur cobalah untuk bersikap santai. Gunakan waktu untuk melakukan aktivitas yang Anda sukai, sebab perasaan gelisah hanya akan memperburuk keadaan.

Yang bisa Anda lakukan:

* Lakukan olah raga di siang hari agar badan terasa lelah. Atau, lakukan olah raga ringan seperti jalan kaki di udara terbuka kira-kira sejam sebelum tidur.

* Mandi air hangat bisa membuat rileks. Hindari minuman bersoda, teh, kopi, serta makanan seperti coklat dan es krim.

* Bacaan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan atau pelajaran sering bisa membuat mengantuk.

* Tempat tidur dan suasana lingkungan yang nyaman akan membantu mempermudah tidur. Jaga suhu ruangan tak terlalu panas atau terlalu dingin. Umumnya orang tidur nyenyak pada ruangan yang sejuk.

* Yoga dan teknik relaksasi lain juga bisa membantu.

* Banyak makan sayur daun kangkung tanpa batang, sebab kangkung memiliki khasiat sedatif (obat tidur).

* Suplemen mineral seperti kalsium, magnesium, serta inositol yang diminum 30 menit sebelum tidur, bisa membantu mengatasi insomnia.

Bagaimana dengan Anda? 2 bukti ilmiah ini tentunya bisa mendorong Anda mengatasi insomnia tanpa harus bergantung pada obat-obatan kimia. (fn/vs/mi/wp/as) www.suaramedia.com

Did you enjoy this post? Why not leave a comment below and continue the conversation, or subscribe to my feed and get articles like this delivered automatically to your feed reader.

Comments

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)